SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN NATUNA PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Dishub Natuna Terus Berpacu

Dinas Perhubungan kabupaten Natuna terus berupaya meningkatkan sarana transportasi baik darat, laut maupun udara demi memaksimalkan pelayanan sekaligus membuka konektivitas.
Natuna dengan letak geografis daerah kepulauan terdiri dari pulau-pulau yang berjarak puluhan hingga ratusan mil antara pulau satu dengan pulau lainya. Salah satu sarana trasportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah armada penyeberangan antar pulau berupa kapal.

“Untuk sarana atau armada transportasi diwilayah kabupaten Natuna telah diupayakan penambahan sarana angkutan laut antar pulau dibeberapa titik diantaranya, kapal Pelni KM Bukit Raya dan tiga Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara. Kapal tersebut yang menjadi armada angkut untuk menghubungkan konektivitas antar pulau di Natuna,”Kata Kadishub Iskandar DJ diruang Kerjanya, Selasa (10/4).

Dikatakannya, pemanfaatan pelabuhan yang telah selesai dibangun sudah mulai disandari oleh kapal Pelni KM Bukit Raya yang sudah bersandar di Pelabuhan Midai. “Alhamdulillah kemarin itu, KM Bukit Raya sudah bersandar perdana di Pelabuhan Midai dan sukses tanpa hambatan maupun kendala,” ujarnya.

Tambahnya, saat ini yang menjadi kendala adalah masih ada beberapa pelabuhan singgah yang belum selesai pekerjaannya yaitu pelabuhan Pulau Laut dan Pelabuhan Subi. Kedua pelabuhan tersebut sedang dalam proses pengerjaan targetnya akan rampung pada tahun 2019.

“Insa allah kedua pelabuhan ini akan rampung pada tahun depan dan akan langsung dioperasikan,” ucapnya.

Namun, meskipun kedua pelabuhan tersebut belum selesai lanjut Iskandar, bukan berati pelayaran ke dua daerah itu tidak ada. Pelayaran kapal – kapal perintis tetap ada hanya saja belum bisa sandar dipelabuhan dan masih lego jangkar dalam rute dua daerah itu.

Selain itu Dinas Perhubungan juga sudah mengajukan usulan kepada Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut untuk menambah armada angkut, berupa kapal Pelra (Pelayaran Rakyat) terbuat dari kayu dengan kapasitas 30 sampai 35 Gros Tone (GT).

“Pada tahun kemaren, kita dapat satu unit dari 24 kapal yang dibuat oleh Kementerian Perhubungan yang tersebarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Kita di Kepri ada dua daerah yang dapat kapal itu, Natuna dan Bintan,” terangnya.

Pada tahun 2018, Dishub Natuna kembali mengusulkan sebanyak lima unit kapal. Kapal-kapal ini akan diserahkan ke beberapa kecamatan dan akan dikelola oleh Bumdes setempat.

“Dari lima kapal usulan itu, rencananya nanti akan kita tempatkan di kecamatan Suak Midai, Kecamatan Serasan Timur, Kecamatan Serasan, Kecamatan Pulau Laut dan Seluan. Jadi tahun ini kita usul lagi lima unit kapal untuk menambah armada penyeberangan antar pulau. Mudah-mudahan usulan itu bisa tercapai,” harapnya.
Sumber